LDKS SMA TB

Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa atau sering disebut sebagai LDKS merupakan suatu kegiatan yang diadakan oleh suatu institusi pendidikan untuk membentuk jiwa kepemimpinan di dalam diri peserta LDKS. LDKS pada suatu sekolah menengah biasanya diadakan setiap tahun, yaitu setiap pergantian kepengurusan OSIS. LDKS juga biasanya diadakan setelah pemilihan ketua OSIS baru di kepengurusan yang baru. LDKS biasanya diikuti oleh calon pengurus OSIS baru pada kepengurusan OSIS yang baru.

SMA Taruna Bakti, tempat saya menuntut ilmu, akan mengadakan LDKS pada tanggal 27-28 Agustus 2009. LDKS diadakan di Rindam III/Siliwangi dan pembimbing LDKS adalah guru-guru dari SMA Taruna Bakti dan instruktur TNI AD (Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat).

Peserta LDKS berjumlah 40 orang, yaitu 23 siswi dan 17 siswa. Saya merupakan salah satu peserta LDKS OSIS SMA Taruna Bakti 2009-2010. Kami diwajibkan datang sebelum pukul 07.00 karena pukul 07.00 – 07.30 merupakan jadwal absen, dan pukul 07.30 jadwal keberangkatan. Kami berangkat dengan berjalan kaki bersama dari sekolah menuju lokasi.

Setelah sampai, kami baris-berbaris, lalu menuju barak, barak laki-laki dan perempuan terpisah.
Kami melakukan upacara pembukaan setelah beres-beres barang di barak. Kami memulai materi pertama tentang keorganisasian (OSIS) dengan pemateri Bu Erni. Kami menerima hand out tentang materi yang diberikan. Setiap sekbid melakukan diskusi tentang program selama satu tahun di akhir materi pertama.

Pak Yandi mengambil langkah setelah materi pertama selesai disampaikan. Beliau memberikan materi games singkat untuk menjernihkan pikiran peserta yang telah menerima materi kepemimpinan selama 90 menit.

Peserta kembali siap menerima materi kedua, yaitu dinamika kelompok. Materi tersebut disampaikan oleh Bu Iin. Terdapat games yang isinya tentang materi yang telah diberikan.

Setelah selesai materi kedua, dilanjutkan dengan shalat zuhur di mesjid Al Fatihah, di Rindam III/Siliwangi. Kami melanjutkan dengan wide game. Wide game berlangsung selama 150 menit, lalu dilanjutkan dengan tata upacara bendera (TUB). Pembimbing TUB adalah instruktur TNI AD. Sebelum TUB, ada waktu yang disediakan untuk shalat bagi peserta muslim.

TUB selesai, peserta diberi kesempatan untuk beristirahat dan persiapan untuk buka puasa. Kami pun tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Kami langsung mengambil peralatan mandi dan mandi di kamar mandi yang ada di barak, lalu menuju ruang makan untuk menyantap hidangan yang telah disediakan.

Kami melanjutkan kegiatan buka puasa ke shalat tarawih bersama. Shalat dilakukan di masjid yang sama, lalu melanjutkan ke materi ketiga. Materi ketiga adalah terknik rapat (notulasi rapat) ditambah simulasi. Pemateri materi tersebut adalah Bu Sri. Simulasi pada materi ini tidak jadi dilakukan karena waktu yang tersedia cukup sedikit, acara pun dilanjutkan ke materi ketiga, yaitu teknik komunikasi/etika komunikasi. Pematerinya adalah Pak Yudianto.

Jam menunjukkan pukul 10.20, ternyata kami masih diberi kesempatan untuk melakukan simulasi sidang. Kami pun tidak mau menyia-nyiakan kesempatan tersebut, lalu kami bersiap-siap. Namun, di tengah sidang, ketika kami sedang serius, terjadi sesuatu yang membuat seluruh peserta tersentak. Bu Sri berbicara dengan lantang bahwa kami telah gagal melaksanakan sidang dan gagal menerima materi beliau. Sidang pun dibubarkan, kami pun dibubarkan. Kami diperintahkan untuk istirahat agar siap menerima materi di hari berikutnya.

Hari kedua, 28 Agustus 2009, terdengar suara bel, ternyata kami harus bangun dan berkumpul di lapangan. Di lapangan, kami diberi bungkus yang berisi satu buku, satu batang lilin, dan tiga batang korek api. Kami diperintahkan untuk membaca buku tersebut dengan penerangan satu buah lilin. Buku tersebut berisi rangkaian kata yang membuat kami termenung. Setelah kami selesai membaca, Pak Yudi berdialog. Setelah itu, kami dibubarkan dan bersalaman dengan guru-guru yang ada, lalu bersalaman dengan sesama peserta LDKS.

Acara dilanjutkan dengan makan sahur dan shalat subuh. Kami diberi waktu sahur dan shalat subuh selama 120 menit. Kami melanjutkan dengan acara PBB (peraturan baris-berbaris). Instrukturnya adalah instruktur TNI AD yang memberi materi pada saat TUB. Acara PBB berlangsung selama 120 menit, lalu dilanjutkan dengan mandi pagi.

Setelah PBB dan mandi, kami melanjutkan materi, yaitu materi kelima, teknik pembuatan proposal, kreativitas, dan simulasi. Materi tersebut disampaikan oleh Bu Molly dan berlangsung selama 105 menit.

Pak Dadi, beliau mengambil alih untuk materi terakhir, yaitu kepemimpinan. Beliau memberikan materi selama 90 menit. Terdapat games setelah materi tersebut, games yang terdapat makna tentang kepemimpinan.

Games selesai, kami pun diberi kesempatan untuk shalat Jumat, kami melaksanakan shalat Jumat di masjid yang sama. Setelah shalat Jumat, kami melaksanakan upacara penutup dan diberi kesempatan untuk istirahat dan beres-beres barang bawaan sambil menunggu bus sekolah menjemput. Bus sekolah datang pukul 02.00 WIB, kami pun langsung naik bus tersebut. Bus tersebut pergi menuju sekolah tercinta, SMA Taruna Bakti. Sesampainya di sekolah, ada satu kata yang terlontar dalam benak, “akhirnya”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen − 5 =