Resume Kuliah EL6118 Pertemuan Pertama

Artikel ini merupakan tulisan ulang dari tugas kuliah EL6118 Information Warfare, yaitu resume kuliah pertemuan pertama (21 Agustus 2017).

1. Pendahuluan

Pada kuliah ini dibahas beberapa cuplikan film yang kemudian dikaitan dengan perang informasi (information warfare) dan perang elektronika (electronic warfare).

2. Istilah-istilah

Beberapa istilah yang dibahas pada kuliah ini adalah sebagai berikut.

2.1 Perang Informasi

Perang informasi merupakan penggunaan informasi dan sistem informasi secara ofensif maupun defensif untuk mengeksploitasi, merusak, dan/atau menghancurkan suatu informasi dan sistem informasi musuh, sekaligus melindungi dirinya sendiri. Hal tersebut dilakukan untuk mendapat keuntungan pribadi atau kelompoknya. Perang informasi dapat terjadi karena adanya kepentingan militer atau bisnis.

2.2 Perang Elektronika

Perang elektronika merupakan tindakan yang melibatkan penggunaan spektrum elektromagnetik untuk mengendalikan spektrum, serangan musuh, atau menghalangi serangan musuh. Tujuan perang elektronika adalah untuk mencegah lawan mendapatkan keuntungan dan memastikan akses bebas hambatan bagi dirinya atau kelompoknya. Perang elektronik dapat terjadi pada udara, laut, darat, dan ruang angkasa (dengan sistem berawak dan tak berawak), dan juga dapat menargetkan manusia, komunikasi, radar, atau aset lainnya.

2.3 C4ISR

C4ISR merupakan singkatan dari Command, Control, Communications, Computers, Intelligence, Surveillance and Reconnaissanc, yang berarti suatu sistem terintegrasi yang memanfaatkan teknologi informasi dan peralatan penginderaan meliputi radar dan satelit, untuk memonitor kawasan darat, laut, maupun udara suatu wilayah. Beberapa hal yang termasuk ke dalam C4ISR adalah sebagai berikut.

  1. Command, Control, and Computers

  • Sistem Monitoring Nasional (National Monitoring System)

  • Kendali Cerdas (Smart Controller)

  • Pusat Kritis Nasional (National Crisis Center)

  1. Communications

  • Next Generation Network (NGN)

  • Interoperability Switch

  • Tactical Communication

  1. Intelligence

  • Executive Information System (EIS)

  • Intelligence System

  • Decision Support System (DDS)

  1. Surveillance

  • Continuous-Wave Radar (CW Radar)

  • High Frequency Radar (HF Radar)

  1. Reconnaissanc

  • Radio Frequency Finder

  • Mobile Direction Finder

3. Pembahasan

Salah satu film yang dibahas adalah Seven Samurai, yaitu film yang bercerita tentang sebuah desa para petani yang menyewa tujuh orang ronin untuk melawan bandit yang akan segera kembali setelah para petani memanen hasil tanamnya untuk merampasnya dari para petani. Beberapa hal yang didapat dari film ini adalah sebagai berikut.

  1. Terdapat tahapan orientasi/observasi dengan tujuan mendapatkan situation awareness atau pemahaman terhadap kondisi sekitar.

  2. Masyarakat (para petani) dilatih untuk menjadi prajurit-prajurit (yang memiliki keahlian) untuk mempertahankan kampung, misal dilatih menggunakan bambu runcing.

  3. Hanya ada 7 ronin, namun tetap dilakukan pelatihan ke masyarakat lainnya. Hal tersebut bertujuan agar warga kampung dapat mempertahankan kampungnya sendiri karena ketujuh ronin tersebut tidak selamanya di sana. Batas waktu 7 ronin tinggal adalah dilihat apakah kampung dapat bertahan dari berbagai serangan musuh.

  4. Dibuat strategi, sistem pertahanan, misalnya membuat parit pertahanan.

  5. Di tiap sektor, ditempatkan orang-orang untuk berjaga (di pos) mengawasi keadaan dan memberikan laporan jika ada sesuatu.

  6. Ada kurir yang bertugas memberi/mebawa kabar dari penjaga pos ke komandan di markas (headquarter/HQ). Atau sebaliknya, kurir membawa perintah dari markas.

  7. Strategi perang, yaitu menggiring musuh ke suatu tempat untuk kemudian diserang oleh warga kampung.

Terdapat beberapa film lainnya yang dibahas selain Seven Samurai, namun inti materi yang didapat dari film-film lainnya mirip dengan yang didapat dari film Seven Samurai. Oleh karena itu, berdasarkan poin-poin di atas, hal-hal yang berhubungan dengan perang informasi dan perang elektronika adalah sebagai berikut.

  1. Perlu memahami kondisi sekitar lebih dahulu dengan melakukan orientasi/observasi.

  2. Meningkatkan kemampuan diri untuk menghadapi segala sesuatu yang mungkin terjadi. Misalnya, pada era teknologi saat ini, diperlukan kemampuan menggunakan peralatan elektronik dan memahami fitur-fitur di dalamnya.

  3. Tidak selalu bergantung pada orang lain yang melatih (untuk meningkatkan kemampuan diri) karena mereka tidak memiliki tanggung jawab untuk menjaga, melainkan diri sendiri.

  4. Menyusun strategi pertahanan dalam menghadapi perang informasi atau perang elektronika. Misalnya, meningkatkan pertahanan agar tidak disadap oleh musuh.

  5. Perlu banyak individu yang bertugas untuk berjaga pada titik-titik tertentu. Masing-masing individu setidaknya memiliki keahlian khusus, minimal pada bidang yang sesuia dengan penempatannya. Misalnya, memahami teori kriptografi yang biasa dipakai untuk melakukan komunikasi.

  6. Menyusun strategi perang, yaitu cara untuk melakukan penyerangan ke pertahanan musuh.

4. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas, didapat kesimpulan berikut dalam menyikapi perang informasi maupun perang elektronika.

  1. Memahami kondisi sekitar.

  2. Meningkatkan kemampuan diri.

  3. Mampu melindungi diri sendiri tanpa bantuan pihak ketiga.

  4. Mempunyai strategi pertahanan.

  5. Memiliki sumber daya manusia yang kompeten.

  6. Mempunyai strategi penyerangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × two =