Gagal Turun Kejuaraan

Minggu depan ada kejuaraan Tae Kwon Do, Walikota Cup. Awalnya saya ingin turun, tetapi tidak jadi karena ada suatu insiden. Insiden apakah itu?

Tiga hari lalu saya mengikuti latihan Tae Kwon Do di SMP Taruna Bakti. Pada saat itu, saya niat ingin simulasi sparring untuk persiapan kejuaraan. Namun, sebelum simulasi saya dan temen-temen diperintahkan untuk sprint bolak-balik. Di awal sprint, saya lari dari pinggir lapangan sampai pinggir lapangan yang berlawanan, lalu kembali ke posisi semula. Pada saat saya hendak kembali ke posisi semula, saya kesulitan berhenti karena kondisi daratan yang licin. Alhasil, sayapun harus naik tangga (di pinggir lapangan). Sebelum saya menaiki tangga, kaki kanan saya menabrak/tertahan di salah satu anak tangga.

“Argh!” teriak saya. Sakit sekali rasanya, tetapi saya tetap melanjutkan latihan.

Saat simulasi tiba, saya sparring dengan tidak teratur, banyak gerakan yang salah. Hal tersebut dikarenakan saya baru pertama kali sparring, maklum saya baru naik sabuk ke sabuk hijau Agustus lalu. Selain itu, dikarenakan kaki saya yang sedang bermasalah, maka sparring pun menjadi semakin tidak teratur.

Simulasi pun selesai, saya istirahat, lalu dilanjutkan dengan latihan target praktis. Maksudnya saya menendang sebuah target. Setelah beberapa menit latihan target praktis, saya merasa bahwa kaki saya semakin sakit. Saya pun meminta izin untuk istirahat.

Singkat cerita latihan pun selesai, saya pulang ke rumah. Di rumah, saya kembali melihat kondisi kaki saya, tepatnya sekitar jempol kaki kanan dan ternyata memar. Saya bingung, apakah harus dikasih kompres hangat atau dingin? Saya pun bertanya kepada teman saya yang lebih paham daripada saya.

Sehari setelah kejadian tersebut, saya pergi ke sekolah tidak menggunakan sepatu, melainkan sendal. Hal tersebut disebabkan oleh kaki saya yang memar pada saat latihan Tae Kwon Do satu hari sebelumnya.

Saya berencana untuk pergi ke dokter tulang untuk memeriksa kaki saya usai sekolah. Saya khawatir terjadi sesuatu dengan kaki saya. Ketika di tempat praktek, saya di-ronget. Alhamdulillah, ternyata hasilnya baik, Tidak terjadi masalah dengan susunan jari kaki. Namun, ada sedikit keanehan, dokter berkata bahwa ada sesuatu seperti retak atau sejenisnya, saya lupa. Tetapi hal tersebut bukan masalah karena akan sembuh kelak.

Hal-hal yang telah saya ceritakan, terutama kaki saya yang memar, menyebabkan saya harus kehilangan kesempatan untuk turun dalam kejuaraan. Walaupun kaki saya sembuh pada hari H, tetapi saya tetap tidak bisa turun, karena persiapan saya sangat kurang. Selain itu, saya baru sembuh dan tidak mungkin langsung turun. Sangat menyedihkan..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × 5 =