#Ibu

1. hal paling menyedihkan yang sering dilakukan anak zaman sekarang | menjadikan ibunya bahan olok-olokan di antara teman-temannya

2. saat menertawai ibu dianggap suatu prestasi | dan ketika mengolok-olok ibu sendiri dianggap hebat

3. saat memberontak dari lisan ibu dianggap jagoan | ketika membangkang dari nasihat ibu dianggap biasa dan perlu

4. “ibu gue tuh ya, KOLOT banget”, “ya ampun, mak gue, RESEH banget” | sementara belum kering peluh ibu siapkanmu sarapan subuh itu

5. pinta taat ibumu kau anggap sebagai lelucon | nasihat ikhlas ibumu kau anggap jadi banyolan

6. ayo pelajari Islam, ayo kaji Al-Qur’an | “halah mi, gue nih masih muda tau nggak? nantilah kalo sudah tua! KAYAK mami”

7. gimana kali mami mati, siapa yang bacain mami Al-Qur’an kalo bukan kamu? | “tenang aja mi, kalo mami mati, aku bayar orang yasinan deh!”

8. bila engkau merasa hebat | mengapa tiada kau kerjakan tugas ibumu satu hari saja? | agar kepalamu yang bebal sedikit belajar?

9. bila engkau tidur dia belum lagi tidur | sementara dia sudah bangun saat engkau masih tidur

10. perlu kuberitahu, satu saat yang akan terasa | saat ibumu pejamkan mata selama-lamanya | perlukah penyesalan yang mengajarimu?

11. saat semua maaf hanya tersisa di lidah | saat semua sesal hanya tidak berguna | saat semua tangis hanya jadi sia-sia

12. jangan sampai saat dia sudah tiada | baru merasa ibu adalah segala-galanya

13. jangan sampai saat sudah tiada | baru kau merasa ibu lebih penting dari temanmu semua

14. temanmu barulah beberapa tahun bersama | ibumu menyertaimu sejak NAFAS PERTAMA

15. tega-teganya mengolok ibumu di depan teman-temanmu | dan kau anggap sebagai hal layak lagi pantas

16. ingatkah saat tubuhmu sakit | pangkuan ibu nan hangat dan senandungnya tentangmu adalah obat?

17. doanya kepadamu tetap sama | walau dia tahu engkau berkata buruk tentangnya | doanya kepadamu tetap sama

18. tak henti-henti ia menunggu engkau berubah | walau dengan sekali lagi berdiri laksanakan 2 rakaat tahajud | dan memohon pada Allah

19. begitulah ibu membuang semua kesenangan hidup saat engkau lahir | sementara engkau membuangnya demi tertawamu

20. sebetapapun kasar dirimu, ibu tetap tegar di depanmu | dan jangan tanya berapa banyak derai tangisnya, saat di belakangmu

21. ia menukar hidupnya dengan hidupmu | menukar kebahagiaannya dengan kebahagiaanmu

22. “biar ibu BODOH, asal jangan kamu seperti IBU” | pahamkah engkau anak manja! perkataan ini?

23. “biar ibu SENGSARA, asal jangan kamu yang seperti IBU” | apakah kepalamu susah memahami perkataan?

24. adalah suatu kepastian, satu saat engkau berdiri di atas pusara ibumu | yang misteri, apakah kenangan SESAL atau KEKAL

25. itu bila Allah belum mendahulukanmu darinya

26. ibumu hanya satu | mengapa tidak kau buat dia bahagia?

27. taati ibu selagi bisa | sungguh setiap senyumnya karenamu | memadamkan api neraka, dan jadikan jembatan ke surga

 

Dikutip dari:

twitter.com [diakses 13 April 2013 | pukul 20.55 (GMT+7)]

 

Bandung, 15 April 2013 | pukul 23.30 (GMT+7)

Baharuddin Aziz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two + 4 =